newsletter | Terkini | pembaharuan: Friday, 03 November 2023 | viewed: 726 times
Tiga puluh lima tahun bukanlah waktu yang lama untuk sebuah perusahaan seperti PT INACON Luhur Pertiwi. Serasa baru kemarin didirikan, namun jejak langkah telah banyak menapak bukan saja di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara tetangga seperti Kamboja, Vietnam, Laos, Timor Leste, Myanmar, Mongolia, dan Uzbekistan.
Pada bulan November 1988, diprakarsai oleh Bapak Amir Sartono dan Bapak Agus Nusantoro (almarhum), didirikan sebuah perusahaan yang berfokus pada penyediaan jasa konsultan dengan tujuan menjawab tantangan yang dihadapi oleh sektor pembangunan di Indonesia. Bermulai di daerah Pisangan Lama, hingga kemudian pindah di TB Simatupang, dan sejak tahun 2000 menetap di Jl. Pejaten Raya No 26B.
Berbekal pengalaman sebagai tenaga ahli di perusahaan konsultan swasta beserta pengalaman mengerjakan proyek di waduk Jati Gede, Pak Amir Sartono dan Pak Agus Nusantoro bertekad untuk mendirikan sebuah perusahaan konsultan. Semangat pendirian perusahaan ini tak lepas dari dukungan yang diberikan Ibu Wahyu Widhayati, istri Pak Amir, yang juga berpengalaman bekerja di perusahaan konsultan swasta. Kegigihan Pak Amir dan Pak Agus serta dukungan Ibu Wahyu, dengan modal yang pas-pasan - bahkan harus menggunakan tabungan untuk menutupi biaya operasional kantor termasuk menggaji karyawan pada waktu itu - akhirnya membuahkan hasil. Sampai saat ini, telah tercatat 93 proyek yang dilaksanakan oleh INACON. Sebagian besar (85 persen) adalah proyek berlokasi di Indonesia dan sisanya (15 persen) merupakan proyek yang berlokasi di luar negeri. Sebagai perusahaan konsultan, tugas dan fungsi INACON bervariasi baik sebagai konsultan pengawas, konsultan manajemen, memberikan bantuan teknis, penyedia jasa pembuatan studi, kajian, pendampingan, dan lain-lain.
Didirikan dalam negara agraris, PT INACON Luhur Pertiwi memulai karirnya di bidang pertanian. Selama 10 tahun pertama, INACON mendapat kesempatan untuk melaksanakan kegiatan proyek pengembangan kelapa sawit yang menjadi andalan pemerintah. Bersama pihak swasta, INACON memberikan pelayanan konsultasi ke berbagai perusahaan swasta besar seperti Sinar Mas, Salim dan Astra Group memilih lokasi yang tepat untuk memulai usaha pertanian di bidang kelapa sawit dan karet, serta lokasi penanaman pisang Cavendish di Tobelo Halmahera. Pak Amir, President Director, berbagi cerita awal mula membangun INACON, “Kami turut mengembangkan Hutan Tanaman Industri, membantu Bapak Probosutejo dengan dana bantuan reboisasi di Kalimantan Selatan. Dan yang tidak terlupakan adalah ketika ide kami untuk mengubah fungsi ratusan ribu hektar lahan tanaman pangan di daerah transmigrasi yang tidak produktif menjadi lahan produktif kelapa sawit diterima oleh Bapak Siswono, Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan pada waktu itu. Ide ini diusulkan dalam rangka mendukung kerjasama swasta dan Departemen Transmigrasi dan PPH dengan mendirikan Pusat Informasi Bisnis Daerah Transmigrasi (PIBDT) yang diresmikan oleh Wakil Presiden RI pada tanggal 26 Agustus 1993. Pendirian PIBDT mendapat sambutan positif dari dunia swasta, dibuktikan dengan semakin banyaknya minat investasi di daerah transmigrasi. Sejak pendiriannya hingga bulan Maret 1997, telah terdaftar 554 perusahaan swasta yang berminat. Dana yang digunakan dalam kolaborasi ini berasal dari fasilitas kredit KKPA dari bank Pemerintah dengan bunga rendah.”
Ketika investasi dari dalam dan luar negeri melemah sebab krisis ekonomi dan politik yang melanda Indonesia tahun 1997-1998, kepercayaan dunia seolah hilang. Operasional INACON begitu terpengaruhnya hingga sempat tidak mempunyai dan memenangkan proyek sama sekali. Kondisi keuangan sangat saat itu memprihatinkan, dan hampir berakhir dengan kebangkrutan. Pada saat yang tepat, dengan kemurahan hati dan dukungan Bapak Nur Yasin, INACON dapat mengatasi masalah pendanaan. Di tengah krisis ekonomi, INACON berhasil mendapat proyek-proyek besar dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat seperti PPK, P2KP, CERD (Community Empowerment for Rural Development), RISE (Regional Infrastructure for Social and Economic Development) dengan dana dari the Asian Development Bank (ADB), the World Bank (WB), Japan International Cooperation Agency (JICA). “Pada saat krisis ekonomi dan politik 1997-1998, banyak perusahaan konsultan nasional yang kolaps, namun INACON dapat bertahan. Hal ini membuktikan bahwa manajemen perusahaan INACON sangat mumpuni dalam mengelola perusahaan melewati masa krisis”, kenang Bapak Laksmono Imawanto, President Director, PT Amurwa International, yang telah menjadi sahabat INACON sejak lama.
Kepercayaan akan kemampuan INACON semakin baik dan terus meningkat. Beberapa proyek besar yang dimenangkan INACON termasuk proyek rehabilitasi tsunami di Aceh.
Saat menandatangani proyek di ADB Manila, Pak Amir mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan seorang dosen perguruan tinggi di Los Banos yang kemudian membuka peluang bagi INACON ntuk memenangkan proyek-proyek yang didanai oleh ADB di luar negeri. Dalam perjalanan sepanjang 35 tahun, INACON mendapat pengakuan dari beberapa lembaga seperti ADB yang menempatkan INACON dalam salah satu dari 5 (lima) perusahaan bernilai proyek tertinggi, khususnya di sektor: ANR (agriculture, natural resources, and rural development), EDU (education), PSM (public sector management), dan WUS (water and other urban infrastructure and services).
Pada tanggal 22 Juli 2021, Bapak Agus Nusantoro, pendiri dan salah satu orang terbaik INACON, meninggal dunia di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Sepeninggal Pak Agus, keberhasilan dan kepercayaan yang diperoleh INACON terus berlanjut melalui perjuangan dan dedikasi yang dicurahkan oleh Dewan Direksi, para manajer, dan tentunya seluruh karyawan.
Saat ini INACON mempunyai 35 karyawan yang berkantor di Pejaten Raya, Pasar Minggu. Semakin luasnya sektor pembangunan dan kebutuhan, semakin terasa pentingnya penyegaran dan stimulus. Bapak Agus Hariadi, Director of Marketing and Operations, berpendapat ”Rasa kekeluargaan merupakan modal terbaik di INACON dan perlu terus dipertahankan untuk meningkatkan motivasi kerja. Sampai saat ini INACON berfokus pada proyek dengan dana pinjaman lunak yang menuntut persiapan lebih detail dan menyeluruh”. Hal senada dikatakan oleh Ibu Andina Larasati, Director for General Affairs and Finance, ”Tidak diragukan apa yang dicapai sampai hari ini merupakan kerja keras dan kontribusi dari seluruh karyawan. Pembenahan dan penguatan soft skills perlu terus ditingkatkan untuk mencapai kinerja yang lebih baik lagi”. Oleh sebab itu tema yang diambil dalam memperingati ulang tahun 35 tahun INACON adalah capacity building untuk memperkuat motivasi dan mempertegas value yang dimiliki oleh INACON sesuai dengan visi INACON menjadi perusahaan yang terbaik dan dipercaya di tingkat nasional dan internasional. Visi yang luar biasa ini dicapai dengan misi INACON yang terus berusaha memberikan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang terbaik sesuai dengan kebutuhan dan keinginan customer demi tercapainya kesejahteraan manusia yang hakiki. Sebagai perusahaan yang terus melakukan yang terbaik, Pengawasan Mutu, Standarisasi, Manajemen Digital adalah suatu keharusan. INACON menerapkan sistem ISO 9001-2015 sejak tahun 2014 secara konsisten, pemutakhiran Standard Operation Procedures (SOP) secara berkala dan digitalisasi dalam proses bisnis. ”Untuk pengawasan mutu, audit internal dan eksternal dilakukan setiap tahun untuk memastikan proses bisnis dilakukan memenuhi standar”, tegas Bapak Samiyono, Manager Administrasi dan Keuangan. Meski awalnya hanya agar mempunyai sertifikat, dedikasi untuk selalu melakukan yang terbaik dibangun dalam keseharian INACON. Misalnya digitalisasi yang dalam konteks bisnis sudah tak asing lagi di era modern yang mengubah interaksi, komunikasi, fungsi dan model bisnis menjadi lebih digital. PT INACON Luhur Pertiwi menyambut era digitalisasi dengan cepat dan menerapkannya dalam proses bisnis sehari-hari.
Sistem Aplikasi ICON atau Information Consultant, dikembangkan pada bulan Mei 2019 untuk menjalankan proses business consultant dengan
tagline “work anywhere, anytime”. Pada awalnya ICON dibangun untuk kebutuhan penyimpanan data tenaga ahli, hingga kemudian berkembang sebagai aplikasi office support untuk mendukung kebutuhan tender dan pengelolaan kantor secara daring. Manfaat ICON sangat dirasakan selama Pandemi Covid-19 dan hingga kini terus berkembang sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi. Aplikasi ICON ini sangat memudahkan karyawan Inacon bekerja dari kantor (WFO), dari rumah (WFH), atau dari mana saja (WFA), dan sangat bermanfaat terutama dalam proses: market intelligence, tender, pelaksanaan proyek, manajemen kantor dan keuangan.
Perjalanan INACON selama tiga puluh lima tahun terakhir sungguh luar biasa. Dari awal berdirinya pada tahun 1988, perusahaan ini, dipimpin oleh visi dan tekad Bapak Amir Sartono dan Bapak Agus Nusantoro, telah berkembang menjadi perusahaan konsultan terkemuka dengan portofolio proyek yang luas baik di dalam maupun luar negeri. Meski menghadapi berbagai tantangan, INACON tidak hanya bertahan namun juga unggul.

Dalam rangka memperingati hari jadi Inacon yang ke-35, tema capacity building mencerminkan dedikasinya terhadap kemajuan berkelanjutan serta upaya untuk menjadi perusahaan terbaik dan terpercaya, maupun di tingkat nasional atau internasional. Kesuksesan abadi perusahaan dapat dikaitkan dengan dedikasi kepemimpinannya, kerja keras dan kontribusi karyawannya, serta kekeluargaan tak tergoyahkan yang menyatukan tim INACON. Dengan visi dan misi yang berfokus pada memberikan hasil terbaik dan berkontribusi terhadap kesejahteraan, INACON siap untuk mencapai prestasi yang lebih besar di tahun-tahun mendatang.
MSantika/Oct2023
You're in the right place! Just drop us your cv. How can we help?